Harga Karet Domestik Merosot, Petani Mengeluh…

karet rakyat

SuaraMerdeka, Petani karet di wilayah Cilacap Barat mengeluhkan terus merosotnya harga karet di pasar domestik. Kondisi ini diperparah dengan juga turunnya angka produksi selama musim kemarau ini.

Aris Dermawan, petani karet asal Majenang menerangkan saat ini, harga getah karet di tingkat petani hanya berkisar Rp7000 per kilogram, untuk jenis karet leum. Harga tersebut terus menurun dibandingkan Januari lalu yang masih sekitar Rp12000 per kg. Penurunan terus terjadi khususnya sejak akhir Mei lalu.

Sementara untuk karet jenis sheet, saat ini hanya dihargai Rp20000 per kilogramnya, padahal semula mencapai Rp35000 per kilogram. Tentu saja kondisi ini semakin membuat petani terpuruk.

Selain harga yang turun, hasil produksi juga berkurang selama masa kemarau ini. Aris menyebutkan, saat ini hasil panen menuurun hingga 30-50 persen per hektar per bulan. Rata-rata per hektar bisa menghasilkan karet jenis sheet sebanyak 1,5 kuintal per bulan jika saat musim hujan.

Namun, di musim kemarau saat ini jumlahnya menurun drastis hanya sebanyak 1 kuintal, per bulan per hektarnya. Pun demikian dengan karet jenis leum, dimana saat musim bagus jumlah hasil panen bisa mencapai 2,5 kuintal namun saat musim kemarau anjlok hanya mencapai 1 kuintal saja.

Dikatakan, selama ini petani tetap menjual hasil sadap getah karet meskipun harga dipasaran menurun. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan juga berbagai biaya keperluan sekolah anak.

"Karet-karet tersebut dijual ke pengepul yang selanjutnya dijual kembali ke Jakarta dan diekspor keluar negeri. Kondisi ini sudah terjadi selama lima bulan terakhir," terangnya, Rabu (3/10).

Petani karet lain, Suratman mengatakan dia tidak mengetahui persis mengapa harga karet di pasaran merosot tajam. Namun, sejumlah pengepul pernah mengeluhkan bahwa merosotnya harga karet lantaran permintaan pasar internasional melemah. Kondisi ini akibat krisis yang terjadi di Eropa.

"Sebagian pabrik menghentikan menampung karet petani, karena kesulitan melakukan ekspor untuk saat ini. Kondisi ini terjadi di hampir seluruh Indonesia," ujarnya.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/03/131704/Petani-Karet-Keluhkan-Merosotnya-Harga-Pasar-Domestik